Laman

Sabtu, 24 Juli 2010

Kucing Menangis Karena Kehilangan Tuannya

JERANTUT: "Awal pagi semalam (kemarin), kucing peliharaan anak saya yang diberi nama Oren menunjukkan perilaku ganjil apabila mengiau tidak henti-henti dan gelagatnya seolah-olah sedang menangis seperti ia tahu tuannya ditimpa kesusahan, "kata ibu siswa Sekolah Tinggi Keterampilan Tinggi Mada (KKTM) Pasir Mas, Kelantan, yang dikhawatirkan lemas ketika berenang di Lubuk Simpon, Sungai Tahan di Kuala Tahan, petang kemarin.

Dalam kejadian kira-kira jam 4.15 petang itu, pelajar tahun akhir bidang Rekayasa Bangunan, Alif Asraf Hashim, 22, dari Cheras, Selangor, dihanyut arus deras ketika menjalankan aktivitas pengukuran sungai dan batu-BATAN di sekitar tempat kejadian dalam satu kerangka kerja Eksplorasi Geologi Tanah anjuran fakultinya.

Difahamkan, korban bersama 37 siswa dan tujuh dosen tiba di Kuala Tahan untuk melaksanakan kegiatan itu sejak Ahad lalu dan mereka diharapkan mengakhiri tugas Jumat ini.

Menurut ibu korban, Hamidah Ibrahim, 49, dia sekeluarga demikian, mengabaikan gelagat kucing tersebut karena mengira hewan itu mungkin sakit sampai diberitahukan berita buruk mengenai anak sulung dari tiga bersaudara itu.

"Kali terakhir kami ngobrol di petang Senin lalu ketika dia menghubungi saya.Namun, dalam percakapan Alif tidak menunjukkan perubahan pelik dan dia hanya bercerita mengenai kegiatannya sepanjang berada di Kuala Tahan.

"Malah, Ahad lalu dia juga sempat berpesan pada ayahnya agar memasukkan sedikit uang karena mau membeli barang untuk penggunaan sepanjang program tersebut," katanya.

Hamidah mengatakan, korban juga sempat berpesan kepada adiknya, Alia Ashamimi, 16, supaya menjaga dengan baik kantong sandang kesayangannya seolah-olah kantung itu bakal menjadi tanda akhir untuk ingatan keluarga.


"Alif erat dengan adik bongsunya dan sebelum dia kembali ke kolej sebaik mengakhiri cuti semester baru, dia menasihati adiknya itu supaya belajar bersungguh-sungguh," katanya.

Bapa mangsa, Hashim Baharom, 50, berkata dia juga sangat erat dengan anak lelaki tunggalnya itu dan sering keluar minum bersama ketika Alif pulang liburan semester.

"Malam sebelum kejadian, entah kenapa saya tidak lelap tidur seperti ada yang mengganggu pikiran.

"Perasaan resah saya menjadi kenyataan apabila menerima panggilan telepon memberitahu anak saya hilang dalam sungai kira-kira jam 5 sore semalam," katanya yang bergegas ke Kuala Tahan dan tiba kira-kira jam 1 pagi semalam.

Ketua Balai Bomba dan Penyelamat Jerantut, Yahaya Hanapi, mengatakan sebanyak 100 anggota dari berbagai lembaga termasuk penduduk kampung melakukan operasi mencari mangsa dengan cepat menerima laporan kejadian.

Menurutnya, operasi mencari dijalankan kira-kira 500 meter dari tempat kejadian seawal jam 8 pagi dan dihentikan seketika karena hari semakin gelap.

"Operasi akan diteruskan esok (hari ini) dan area pencarian akan dikembangkan sehingga Lubuk Yong kira-kira tiga kilometer dari tempat kejadian.

"Selain menggunakan kira-kira 20 bot bomba, penduduk juga meminjamkan bot mereka dalam usaha mencari korban dan tim penyelamat menempuh sedikit kesulitan menyusul arus sungai yang agak deras," katanya.

sumber: lintasberita.com

1 komentar: