Laman

Kamis, 19 Agustus 2010

Kucing Liar ditemukan Menirukan Suara Monyet; Tipuan Predator yang Terdokumentasi untuk Pertama Kalinya


Contoh menarik mengenai mimikri vokal, peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan UFAM (Federal University of Amazonas) telah mendokumentasikan sebuah spesies kucing liar meniru panggilan korban sesuai dengan tujuannya: monyet, tupai berukuran kecil dikenal sebagai Pied Tamarin. Ini adalah contoh pertama yang tercatat suatu spesies kucing liar di Amerika meniru suara panggilan mangsanya.
Perilaku luar biasa dicatat oleh para peneliti dari Wildlife Conservation Society dan UFAM di hutan Amazon dari Reserva Florestal Adolpho Ducke di Brasil. Pengamatan ini menegaskan laporan anekdot dari populasi di spesies kucing liar Amazon - termasuk jaguar dan pumas - benar-benar meniru primata, agoutis, dan spesies lain untuk menarik mereka dalam jarak jangkauan pemangsaan.

"Kucing dikenal karena kelincahan fisik mereka, tetapi ini manipulasi vokal spesies mangsa menunjukkan psikologis "licik" yang bermanfaat untuk studi yang lebih lanjut," kata peneliti WCS Fabio Rohe.


Peneliti pertama mencatat insiden tersebut pada tahun 2005 ketika sekelompok pied tamarins sedang makan di Pohon Ficus. Mereka kemudian mengamati margay membunyikan panggilan mirip dengan yang dibuat oleh bayi Tamarin. Hal ini menarik perhatian Tamarin, seekor Tamarin turun dari pohon untuk menyelidiki suara berasal dari Pohon Anggur disebut kusut lianas. Sementara monyet yang turun mulai bersuara untuk memperingatkan seluruh kelompok panggilan yang aneh, monyet-monyet lain yang dikacaukan oleh suara panggilan ini, memilih untuk menyelidiki daripada melarikan diri. Empat tamarins lain turun untuk menyelidiki panggilan tersebut. Pada saat itu, Kucing Margay muncul dari dedaunan berjalan menyusuri batang pohon dengan cara seperti tupai, melompat turun dan kemudian bergerak ke arah monyet-monyet. Menyadari tipu muslihat ini, monyet Tamarin yang turun memberi tanda bahaya agar monyet yang lain melarikan diri. Ini adalah contoh spesifik mimikri tidak berhasil, tetapi para peneliti kagum pada kecerdikan strategi berburu.
Tamarin Pieds
"Pengamatan ini lebih lanjut membuktikan kepandaian berburu kucing liar di Amazon," kata Dr Avecita Chicchón, direktur Wildlife Conservation Society Program Amerika Latin. "Ini berarti bahwa suara lengkingan jaguar dan pumas dengan menggunakan mimikri vokal yang sama untuk menarik mangsa (tetapi belum dicatat oleh para ilmuwan) patut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut".
WCS saat ini melakukan pemantauan populasi dari Monyet Tamarin (berstatus "endangered" pada IUCN Red List) dan mencari dukungan keuangan untuk melanjutkan studi, dengan tujuan untuk melindungi hewan ini dan spesies lainnya dari kepunahan.

Pengetahuan mengenai tingkah laku ini cukup penting untuk mengenal keutuhan habitat hutan Amazon. WCS bekerja sepanjang Amazon untuk mengevaluasi pentingnya konservasi hutan hujan ini, yang telah menjadi semakin terancam oleh pembangunan (ScienceDaily).

sumber: http://www.konservasi.co.cc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar